23 December 2015

TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

Posted by infinitize on Wednesday, December 23, 2015 in , | No comments


Kegiatan 3 Kerja Mandiri Membangun Teks Hasil Laporan Observasi

Tugas 1 Mencari Contoh Teks Laporan dari Berbagai Sumber
Ikuti Petunjuk Berikut
1. Carilah teks laporan dari berbagai sumber, seperti koran, majalah,buku, atau internet. Identifikasikanlah apakah teks yang kalian temukan tergolong pada teks laporan yang baik. Dikatakan baik apabila teks tersebut berstruktur teks dan terdapat bentuk-bentuk bahasa yang sesuai dengan ragam bahasa yang dipersyaratkan pada jenis teks itu.
2. Tema-tema yang kalian cari sebaiknya berkaiatan dengan manusia, binatang, dan alam semesta beserta isinya. Tema-tema itu sangat luas dan hampir semua aspek makhluk hidup di bumi dapat dimasukkan di sini.

Jawab:
1. Teks LHO dengan tema hewan
                    Pesut Mahakam Mamalia Air Paling Langka                   

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) bisa jadi merupakan mamalia air paling langka di Indonesia. Populasi Pesut Mahakam diperkirakan tidak lebih dari 70 ekor saja. Pun Pesut Mahakam yang merupakan sub-populasi Orcaella brevirostris hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur saja. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian Pesut Mahakam ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Kalimantan Timur.
Pesut merupakan mamalia air yang unik. Berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus, pesut (Orcaella brevirostris) hidup di air tawar yang terdapat di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis.
Pesut Mahakam adalah salah satu sub-populasi pesut (Orcaella brevirostris) selain sub-populasi Sungai Irrawaddi (Myanmar), sub-populasi Sungai Mekong (Kamboja, Laos, dan Vietnam), sub-populasi Danau Songkhla (Thailand), dan sub-populasi Malampaya (Filipina). Pesut yang termasuk salah satu satwa dilindungi di Indonesia ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai Irrawaddy Dolphin atau Dolphin Snubfin.
Pesut Mahakam dewasa mempunyai panjang tubuh hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuh Pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat.
Bentuk badan pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Kepala pesut berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan tampak papak dengan lubang pernafasan. Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar.
Pesut bernafas dengan mengambil udara di permukaan air. Binatang ini dapat juga menyemburkan air dari mulutnya. Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Pesut Mahakam, tinggal 70 ekor
Habitat dan Populasi. Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris sub-populasi sungai Mahakam) hidup di sungai Mahakam pada daerah sekitar 180 km dari muara sungai hingga 600 km dari daerah hulu. Lokasi yang diduga didiami mamalia air tawar ini antara lain Kedang Kepala, Kedang Rantau, Belayan, Kedang Pahu, dan anak sungai Ratah, serta sebagai danau Semayang dan Melintang (Kreb 1999, 2004).
Populasi Pesut Mahakam diperkirakan antara 67 hingga 70 ekor (2005). Ancaman tertinggi kelangkaan populasi Pesut Mahakam diakibatkan oleh belitan jaring nelayan. Selain itu juga akibat terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya.
Pesut Mahakam memang benar-benar unik. Mamalia air yang hidup di air tawar dengan habitat dan persebarannya yang terpisah-pisah di beberapa tempat yang salah satunya di Kalimantan, Indonesia. Namun Pesut Mahakam juga satwa dengan ancaman kepunahan tertinggi dengan populasi yang tidak lebih dari 70 ekor saja. Anugerah dan keunikan yang hanya akan disia-siakan oleh bangsa yang bodoh, tentunya.


-  Identifikasi Struktur teks Pesut Mahakam Mamalia Air Paling Langka
·                                            Pernyataan Umum atau klasifikasi :
 Pesut Mahakam adalah salah satu sub populasi pesut (Orcaella brevirostris). Hewan ini  merupakan mamalia air yang langka di Indonesia.

·         Anggota atau aspek yang dilaporkan 1 :
Pesut Mahakam dewasa mempunyai panjang tubuh hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuh Pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat.
Bentuk badan pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Kepala pesut berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan tampak papak dengan lubang pernafasan. Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar.

·         Anggota atau aspek yang dilaporkan 2 :
Pesut bernafas dengan mengambil udara di permukaan air. Binatang ini dapat juga menyemburkan air dari mulutnya. Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Pesut Mahakam, tinggal 70 ekor

·         Anggota atau aspek yang dilaporkan  3 :
Populasi Pesut Mahakam diperkirakan antara 67 hingga 70 ekor (2005). Ancaman tertinggi kelangkaan populasi Pesut Mahakam diakibatkan oleh belitan jaring nelayan. Selain itu juga akibat terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya.

Rendahnya populasi ini membuat lumba-lumba air tawar ini menjadi salah satu binatang paling langka di Indonesia. Sehingga tidak berlebihan jika kemudian IUCN Redlist menyatakan status konservasi Pesut Mahakam sebagai Critically Endangered (Kitis) yaitu tingkat keterancaman tertinggi.

-  Identifikasi ciri bahasa teks Pesut Mahakam Mamalia Air Paling Langka
Menggunakan nomina atau kata benda untuk menginformasikan benda atau sesuatu yang diamati :
Pesut merupakan mamalia air yang unik.
Orcaella brevirostris hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam,
hidup di air tawar
Berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus,
terdapat di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis.


·         Menggunakan kata sifat atau keadaan untuk mendeskripsikan sesuatu atau benda yang di amati :
Pesut merupakan mamalia air paling langka di Indonesia.
Pesut Mahakam dewasa mempunyai panjang tubuh hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg.
bagian bawah berwarna lebih pucat.
Kepala pesut berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil.


·         Menggunakan kata kerja aksi untuk menjelaskan perilaku :
Binatang ini dapat juga menyemburkan air dari mulutnya.
Pesut bergerak dalam kawanan kecil.
mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan
Pesut bernafas dengan mengambil udara di permukaan air.

·         Menggunakan istilah-istilah teknis :
Populasi Pesut Mahakam diperkirakan tidak lebih dari 70 ekor saja.
merupakan mamalia air paling langka di Indonesia.
Pesut Mahakam ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Kalimantan Timur.
pesut (Orcaella brevirostris) hidup di air tawar yang terdapat di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis.

·         Menggunakan kata konkrit atau nyata sesuai dengan fakta :
Populasi Pesut Mahakam diperkirakan tidak lebih dari 70 ekor saja.
Pesut Mahakam dewasa mempunyai panjang tubuh hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg.
hidup di sungai Mahakam pada daerah sekitar 180 km dari muara sungai hingga 600 km dari daerah hulu

·         Menggunakan kalimat definisi :
Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) bisa jadi merupakan mamalia air paling langka di Indonesia
Pesut merupakan mamalia air yang unik.
Pesut Mahakam adalah salah satu sub-populasi pesut (Orcaella brevirostris) selain sub-populasi Sungai Irrawaddi (Myanmar)

·         Menggunakan kalimat rincian atau analisis :
Pesut Mahakam dewasa mempunyai panjang tubuh hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuh Pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat.
Bentuk badan pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Kepala pesut berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan tampak papak dengan lubang pernafasan. Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar.

0 komentar:

Post a Comment