Rokok
dibuat dari daun tembakau. Tembakau (Nicotiana
Tabacum L) mengandung suatu senyawa
psikoaktif (zat yang dapat mempengaruhi mental, emosi, dan tingkah laku orang
yang memakainya) yang disebut nikotin. Di dalam rokok terkandung zat yang
berbahaya bagi tubuh kita, diantaranya tar, nikotin, dan asap rokok yang
mengandung CO (karbon monoksida)
hasil pembakaran. Pada pemakaian yang lama, rokok dapat menimbulkan
ketergantungan fisik.
Tar
adalah cairan kental berwarna coklat, yang dapat menimbulkan iritasi pada
paru-paru sehingga menimbulkan batuk dan merupakan pemicu terjadinya kanker
paru-paru. Selain itu tar juga dapat menyebabkan kanker mulut, laring perut dan
pankreas.
Karbon
monoksida lebih mudah mengikat hemoglobin daripada oksigen. Akibatnya, suplai
oksigen dalam tubuh menjadi berkurang. Pada keadaan normal, hemoglobin mengikat
oksigen untuk membakar sari-sari makanan yang menghasilkan energi bagi tubuh.
Gas karbon monoksida lebih mudah terikat hemoglobin dari pada oksigen.
Akibatnya, tubuh menjadi kekurangan oksigen yang menyebabkan pernapasan
terganggu (sesak napas).
Kadar nikotin dalam tembakau berkisar 1% -
4%. Dalam satu batang rokok terdapat sekitar 1,1 mg nikotin, sedangkan dosis
fatal nikotin pada manusia adalah 60 mg. Nikotin merupakan racun yang
menyebabkan ketagihan, peningkatan tekanan darah, dan detak jantung.
Peningkatan detak jantung menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat. Gejala
keracunan nikotin ditandai dengan gejala mual, muntah, diare, nyeri kepala, keringat
dingin, tidak mampu memusatkan pikiran, kesadaran berkurang dan denyut nadi
bertambah cepat. Gejala pematangan rokok (gejala putus zat) dapat berupa denyut
jantung bertambah cepat, gemetar (tremor)
pada tangan, suhu tubuh naik, dorongan yang kuat untuk merokok lagi, mudah
marah, tekanan darah sedikit menurun, terasa ada kedutan pada otot, nyeri kepala,
dan kehilangan selera makan (anoreksia).
Selain zat yang tersebut diatas rokok juga mengandung PAH yang menyebabkan
kanker
1) Penyakit
akibat rokok
Beberapa penyakit disebabkan oleh rokok diantaranya
adalah: kanker paru-paru, iritasi saluran pernapasan, tekanan darah tinggi,
kerusakan otot jantung (jantung koroner), sesak napas, batuk-batuk, kanker
mulut, kanker perut, dll. Orang yang tidak merokok tetapi berada di dekat
seseorang yang merokok disebut perokok
pasif. Sedangkan orang yang merokok disebut perokok aktif. Resiko yang dihadapi oleh perokok pasif sama dengan
perokok aktif. Berbagai penelitian membuktikan bahwa perokok pasif memiliki 30%
kemungkinan terkena kanker paru-paru dibanding perokok aktif.
Berikut ini akan dibahas beberapa penyakit yang
disebabkan oleh rokok:
a) Kanker paru-paru
Penyebab utama penyakit ini adalah kebiasaan
merokok. Salah satu bahan kimia yang terdapat dalam asap rokok yang dapat
menyebabkan kanker paru-paru adalah tar. Bila seseorang mengisap rokok dalam
jangka waktu yang lama, maka di dalam paru-parunya terjadi perubahan. Penyakit
ini dapat dicegah dengan menghindari kebiasaan merokok. Seorang perokok
memiliki kemungkinan 4 – 14 kali lebih tinggi untuk mendapatkan kanker
paru-paru bila dibandingkan dengan bukan perokok.
b)
Penyakit jantung
Penyakit jantung diakibatkan oleh nikotin dan gas
karbon monoksida yang terdapat dalam asap rokok. Asap rokok mengandung sekitar
1-3% nikotin. Jika asap rokok tersebut diisap, maka kadar nikotin dalam darah
berkisar 40-50 mg/ml. Nikotin dapat menyebabkan darah rusak dan tersumbat
lemak. Untuk mempertahankan aliran darah, jantung harus memompa darah lebih
cepat dan kuat. Aliran darah jantung yang sedikit dapat menyebabkan serangan
jantung.
Karbon monoksida yang terdapat dalam asap rokok
menyebabkan suplai oksigen dalam darah berkurang. Hal itu karena hemoglobin
lebih suka berkaitan dengan karbon monoksida dari pada dengan oksigen. Untuk mendapatkan
supla oksigen yang diinginkan, jantung harus bekerja lebih keras. Hal tersebut
dapat menyebabkan serangan jantung.
c) Kehamilan
Pengaruh negatif
dari rokok juga dialami bayi yang berada di dalam kandungan. Wanita
hamil yang merokok lebih banyak melahirkan bayi yang meninggal atau cacat
dibanding dengan wanita hamil yang bukan perokok. Selain itu, berat bayi dari
ibu perokok umumnya kurang dan bayi mudah menjadi sakit. Hal itu terjadi karena
seluruh zat yang melawati pembuluh darah ibu juga masuk ke dalam kandungannya.
Rokok yang diisap oleh ibu akan mengganggu
oksigenasi di tubuh janin karena ikut masuknya karbon monoksida ke peredaran
darah janin.
d) Penyakit paru lainnya
Paru-paru seorang perokok merupakan organ yang
berhubungan langsung dengan asap rokok. Kebiasaan merokok menurunkan kemampuan
paru-paru untuk bernapas dengan baik. Keluhan batuk serta dahak yang sering
banyak dikeluhkan oleh para perokok.
2)
Ciri-ciri fisik perokok
Secara umum, para pecandu rokok dapat dikenali dari
penampilan fisiknya, diantaranya adalah:
a) Bibir para perokok kebanyakan
berwarna hitam. Hal ini karena adanya reaksi dengan asap panas yang melalui
organ tersebut
b) Gigi para perokok berwarna
kuning karena seringnya terkena nikotin, sehingga email gigi rusak
c)
Mata memerah dan sering berair
d) Sering batuk-batuk
e)
Kuku berwarna kuning (kotor)
f) Badan, mulut, dan napas bau rokok.
0 komentar:
Post a Comment