A.
Teori Penciptaan Manusia
Teori
Penciptaan Manusia Menurut Teori Evolusi
Ø Teori evolusi membahas
tentang asal-usul manusia beserta perkembangan fisik manusia
Ø Orang yang mengemukakan teori evolusi adalah seorang
naturalis amatir dari Inggris, Charles Robert Darwin.
Ø Teori evolusi menganggap bahwa manusia itu tak lebih
dari keturunan yang berubah dari nenek moyang mamalia.
Ø Ada juga yang menganggap bahwa manusia dan kera
merupakan keturunan yang dimodifikasi dari pendahulu primatanya. Dan pendapat
yang lain mengatakan bahwa manusia itu pada mulanya bersifat sederhana, bersel
tunggal dan hidup dari zat organik,jadi termasuk tumbuhan. Dari golongan
tumbuhan ini sebagian berubah jadi hewan, dan selanjutnya berevolusi jadi makhluk
beraneka warna.
Ø Dan sekarang ini,orang berpendapat tentang evolusi
akibat mutasi,yaitu bahwa perubahan species agak melompat karena perubahan gen
atau kromosom sel akibat dari sinar kosmik alam semesta.Mutasi ada 2
macam,yaitu: Mutasi maju (pindah jenis lebih baik) dan Mutasi mundur (pindah
jenis lebih buruk atau punah).
Teori
Penciptaan Manusia Menurut Al-Quran
Ø Kisah penciptaan manusia menurut Al Quran berawal
dari penciptaan Adam sebagai manusia pertama di bumi. Yang kemudian Allah
menciptakan pasangan daripadanya sebagai penadmping Adam dan menciptakan
perempuan dan laki-laki sebagai penerus mereka. ”Hai sekalian manusia,
bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan
dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya
Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. (An Nisaa’ :
1)
Ø Manusia menapaki kehidupan melalui pertemuan dua zat
terpisah didalam tubuh lelaki dan perempuan,yang diciptakan saling terpisah
namun sangat selaras. .”Dan Allah menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari
air mani, Kemudian dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan),
dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan
melainkan dengan sepengetahuan-Nya, dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur
seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah
ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi
Allah adalah mudah”. (QS. Fathir:11).
Ø Sperma
merupakan tahap awal dalam penciptaan manusia.Kemudian sperma menempuh
perjalanan di dalam rahim ibu hingga mencapai sel telur. Sel telur dan sperma
bertemu di dalam tuba falopii. Saat sperma bersatu dengan sel telur,inti bayi
yang akan dilahirkan mulai terbentuk yang biasa disebut dengan zigot. Zigot ini
melekat pada rahim. Melalui rahim ini, zigot mendapatkan gizi yang penting bagi
pertumbuhan dari tubuh bayi. Selain itu, rahim juga berfungsi untuk melindungi
zigot dari gangguan atau ancaman dari luar. Tapi sungguh menarik, Allah selalu
menyebut zigot yang sedang tumbuh dalan rahim ibu sebagai “segumpal
darah”.Sementara itu, zigot yang awalnya hanya “segumpal darah”,mulai berubah
seiring waktu. Pada akhir proses,setelah sang bayi tumbuh sempurna di dalam
rahim ibu, lalu lahir ke dunia.
B. Persebaran Manusia di Nusantara
1.
Teori Nusantara
Ø Teori Nusantara menyatakan bahwa asal mula manusia
yang menghuni wilayah Nusantara ini tidak berasal dari luar melainkan mereka
sudah hidup dan berkembang di wilayah Nusantara itu sendiri
Ø Pendukung
teori nusantara antara lain :J. Crawford, K. Himly, Sutan Takdir Alisjahbana,
dan Gorys Keraf.
Alasan Yang Mendasari Teori Nusantara
1.
Bangsa Melayu dan bangsa Jawa mempunyai tingkat peradaban yang tinggi. Taraf
ini hanya dapat dicapai setelah perkembangan budaya yang lama. Hal ini
menunjukkan bahwa orang Melayu tidak berasal dari manamana, tetapi berasal dan
berkembang di Nusantara.
2.
K. Himly tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa bahasa Melayu
serumpun dengan bahasa Champa (Kamboja). Baginya, persamaan yang berlaku di
kedua bahasa tersebut adalah suatu fenomena yang bersifat “kebetulan”.
3.
Manusia kuno Homo Soloensis dan Homo Wajakensis yang terdapat di Pulau Jawa.
Penemuan manusia kuno ini di Pulau Jawa menunjukkan adanya kemungkinan orang Melayu
itu keturunan dari manusia kuno tersebut, yakni berasal dari Jawa.
4.
Bahasa yang berkembang di Nusantara yaitu rumpun bahasa Austronesia, mempunyai
perbedaan yang sangat jauh dengan bahasa yang berkembang di Asia Tengah yaitu
bahasa Indo-Eropah.
2. Teori Yunan
Ø Teori Yunan didukung oleh
beberapa sarjana seperti R.H Geldern, J.H.C Kern, J.R Foster, J.R
Logen, Slametmuljana, dan Asmah Haji Omar. Secara
keseluruhan, alasan-alasan yang menyokong teori Yunan yaitu
sebagai berikut:
1) Kapak Tua yang ditemukan di wilayah Nusantara
memiliki kemiripan dengan Kapak Tua yang terdapat di Asia Tengah. Hal ini
menunjukkan adanya migrasi penduduk dari Asia Tengah ke Kepulauan Nusantara.
2) Bahasa Melayu yang berkembang di Nusantara serumpun
dengan bahasa yang ada di Kamboja. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk di
Kamboja mungkin berasal dari Dataran Yunan dengan menyusuri Sungai Mekong.
3)
Arus perpindahan ini
kemudian dilanjutkan ketika sebagian dari mereka melanjutkan perpindahan dan
sampai ke wilayah Nusantara. Kemiripan bahasa Melayu dengan bahasa Kamboja
sekaligus menandakan pertaliannya dengan Dataran Yunan.
3. Teori “Out Of Africa”
•
Hasil penelitian
mutakhir/kontemporer menyatakan bahwa manusia modern yang hidup sekarang ini
berasal dari Afrika.
•
Setelah melalui evolusi
yang lama, manusia modern dari Afrika menyebar ke seluruh benua di dunia.
•
Jika kita bersandar pada
teori out of Afrika,maka dapat disimpulkan bahwa manusia Indonesia berasal dari
Afrika.
•
Hasil penelitian
terbaru menunjukkan bahwa fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia
atau khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak mempunyai hubungan
langsung dengan manusia modern. Dengan demikian, nampaknya jenis-jenis manusia
purba yang pernah hidup di Indonesia khususnya Jawa, seperti Meganthropus
Palaeojavanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan
sebagainya telah mengalami kepunahan. Mereka pada akhirnya digantikan oleh
komunitas manusia yang berasal dari Afrika yang melakukan proses migrasi .
•
Nampaknya
teori out of Africa perlu terus dikaji dan disosialisasikan, sehingga dapat
diterima oleh masyarakat.
•
Namun,ada perbedaan
antara manusia modern dengan Homo Erectus yang pernah tinggal di Jawa
•
Karena manusia homo
erektus hidup lebih dari 1 juta
tahun lebih lama dari yang tinggal di Afrika.
•
Umur
fosil Homo Erectus terakhir yang ditemukan di Ngandong dan
Sambungmacan (Jawa Tengah) sekitar 30.000 sampai 50.000 tahun. Homo
Erectus (“java man”) di Pulau Jawa diduga pernah hidup dalam waktu
yang bersamaan dengan Homo Sapiens (manusia modern).
•
Sampai
saat ini, penyebab kepunahan “java man” masih misteri. Diduga salah satu
penyebabnya ialah karena keterbatasan strategi hidup mereka. Tidak ditemukannya
peralatan dari batu (misalnya untuk membelah daging atau untuk berburu) di
sekitar fosil mereka menunjukkan bahwa kehidupannya masih sangat primitif.
Diduga mereka memakan daging dari binatang yang telah mati (scavenger).
Kolonisasi Homo Sapiensyang berasal dari Afrika berhasil, karena
mereka punya strategi hidup yang lebih baik dibanding penduduk asli Homo
Erectus.
0 komentar:
Post a Comment