24 December 2014

TEORI PENCIPTAAN MANUSIA

Posted by infinitize on Wednesday, December 24, 2014 in , | No comments


A. Teori Penciptaan Manusia

Teori Penciptaan Manusia Menurut Teori Evolusi

Ø  Teori evolusi membahas tentang asal-usul manusia beserta perkembangan fisik manusia
Ø  Orang yang mengemukakan teori evolusi adalah seorang naturalis amatir dari Inggris, Charles Robert Darwin.
Ø  Teori evolusi menganggap bahwa manusia itu tak lebih dari keturunan yang berubah dari nenek moyang mamalia.
Ø  Ada juga yang menganggap bahwa manusia dan kera merupakan keturunan yang dimodifikasi dari pendahulu primatanya. Dan pendapat yang lain mengatakan bahwa manusia itu pada mulanya bersifat sederhana, bersel tunggal dan hidup dari zat organik,jadi termasuk tumbuhan. Dari golongan tumbuhan ini sebagian berubah jadi hewan, dan selanjutnya berevolusi jadi makhluk beraneka warna.
Ø  Dan sekarang ini,orang berpendapat tentang evolusi akibat mutasi,yaitu bahwa perubahan species agak melompat karena perubahan gen atau kromosom sel akibat dari sinar kosmik alam semesta.Mutasi ada 2 macam,yaitu: Mutasi maju (pindah jenis lebih baik) dan Mutasi mundur (pindah jenis lebih buruk atau punah).



Teori Penciptaan Manusia Menurut Al-Quran
Ø  Kisah penciptaan manusia menurut Al Quran berawal dari penciptaan Adam sebagai manusia pertama di bumi. Yang kemudian Allah menciptakan pasangan daripadanya sebagai penadmping Adam dan menciptakan perempuan dan laki-laki sebagai penerus mereka. ”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. (An Nisaa’ : 1)
Ø  Manusia menapaki kehidupan melalui pertemuan dua zat terpisah didalam tubuh lelaki dan perempuan,yang diciptakan saling terpisah namun sangat selaras. .”Dan Allah menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari air mani, Kemudian dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan), dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya, dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah”. (QS. Fathir:11).
Ø  Sperma merupakan tahap awal dalam penciptaan manusia.Kemudian sperma menempuh perjalanan di dalam rahim ibu hingga mencapai sel telur. Sel telur dan sperma bertemu di dalam tuba falopii. Saat sperma bersatu dengan sel telur,inti bayi yang akan dilahirkan mulai terbentuk yang biasa disebut dengan zigot. Zigot ini melekat pada rahim. Melalui rahim ini, zigot mendapatkan gizi yang penting bagi pertumbuhan dari tubuh bayi. Selain itu, rahim juga berfungsi untuk melindungi zigot dari gangguan atau ancaman dari luar. Tapi sungguh menarik, Allah selalu menyebut zigot yang sedang tumbuh dalan rahim ibu sebagai “segumpal darah”.Sementara itu, zigot yang awalnya hanya “segumpal darah”,mulai berubah seiring waktu. Pada akhir proses,setelah sang bayi tumbuh sempurna di dalam rahim ibu, lalu lahir ke dunia.
B. Persebaran Manusia di Nusantara

1. Teori Nusantara
Ø  Teori Nusantara menyatakan bahwa asal mula manusia yang menghuni wilayah Nusantara ini tidak berasal dari luar melainkan mereka sudah hidup dan berkembang di wilayah Nusantara itu sendiri
Ø  Pendukung teori nusantara antara lain :J. Crawford, K. Himly, Sutan Takdir Alisjahbana, dan Gorys Keraf.
Alasan Yang Mendasari Teori Nusantara
1. Bangsa Melayu dan bangsa Jawa mempunyai tingkat peradaban yang tinggi. Taraf ini hanya dapat dicapai setelah perkembangan budaya yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa orang Melayu tidak berasal dari manamana, tetapi berasal dan berkembang di Nusantara.
2. K. Himly tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa bahasa Melayu serumpun dengan bahasa Champa (Kamboja). Baginya, persamaan yang berlaku di kedua bahasa tersebut adalah suatu fenomena yang bersifat “kebetulan”.
3. Manusia kuno Homo Soloensis dan Homo Wajakensis yang terdapat di Pulau Jawa. Penemuan manusia kuno ini di Pulau Jawa menunjukkan adanya kemungkinan orang Melayu itu keturunan dari manusia kuno tersebut, yakni berasal dari Jawa.
4. Bahasa yang berkembang di Nusantara yaitu rumpun bahasa Austronesia, mempunyai perbedaan yang sangat jauh dengan bahasa yang berkembang di Asia Tengah yaitu bahasa Indo-Eropah.

2. Teori Yunan
Ø  Teori Yunan didukung oleh beberapa sarjana seperti R.H Geldern, J.H.C Kern, J.R Foster, J.R Logen, Slametmuljana, dan Asmah Haji Omar. Secara keseluruhan, alasan-alasan yang menyokong teori Yunan yaitu sebagai berikut:
1) Kapak Tua yang ditemukan di wilayah Nusantara memiliki kemiripan dengan Kapak Tua yang terdapat di Asia Tengah. Hal ini menunjukkan adanya migrasi penduduk dari Asia Tengah ke Kepulauan Nusantara.
2) Bahasa Melayu yang berkembang di Nusantara serumpun dengan bahasa yang ada di Kamboja. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk di Kamboja mungkin berasal dari Dataran Yunan dengan menyusuri Sungai Mekong.
3) Arus perpindahan ini kemudian dilanjutkan ketika sebagian dari mereka melanjutkan perpindahan dan sampai ke wilayah Nusantara. Kemiripan bahasa Melayu dengan bahasa Kamboja sekaligus menandakan pertaliannya dengan Dataran Yunan.




3. Teori “Out Of Africa”

      Hasil penelitian mutakhir/kontemporer menyatakan bahwa manusia modern yang hidup sekarang ini berasal dari Afrika.
      Setelah melalui evolusi yang lama, manusia modern dari Afrika menyebar ke seluruh benua di dunia.
      Jika kita bersandar pada teori out of Afrika,maka dapat disimpulkan bahwa manusia Indonesia berasal dari Afrika.
      Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia atau khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak mempunyai hubungan langsung dengan manusia modern. Dengan demikian, nampaknya jenis-jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia khususnya Jawa, seperti Meganthropus Palaeojavanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan sebagainya telah mengalami kepunahan. Mereka pada akhirnya digantikan oleh komunitas manusia yang berasal dari Afrika yang melakukan proses migrasi .
      Nampaknya teori out of Africa perlu terus dikaji dan disosialisasikan, sehingga dapat diterima oleh masyarakat.
      Namun,ada perbedaan antara manusia modern dengan Homo Erectus yang pernah tinggal di Jawa
      Karena manusia homo erektus hidup lebih dari 1 juta tahun lebih lama dari yang tinggal di Afrika.
      Umur fosil Homo Erectus terakhir yang ditemukan di Ngandong dan Sambungmacan (Jawa Tengah) sekitar 30.000 sampai 50.000 tahun. Homo Erectus (“java man”) di Pulau Jawa diduga pernah hidup dalam waktu yang bersamaan dengan Homo Sapiens (manusia modern).
      Sampai saat ini, penyebab kepunahan “java man” masih misteri. Diduga salah satu penyebabnya ialah karena keterbatasan strategi hidup mereka. Tidak ditemukannya peralatan dari batu (misalnya untuk membelah daging atau untuk berburu) di sekitar fosil mereka menunjukkan bahwa kehidupannya masih sangat primitif. Diduga mereka memakan daging dari binatang yang telah mati (scavenger). Kolonisasi Homo Sapiensyang berasal dari Afrika berhasil, karena mereka punya strategi hidup yang lebih baik dibanding penduduk asli Homo Erectus.






0 komentar:

Post a Comment